pangeran di bulan juni
Saturday, June 7th, 2008( dengan permintaan maaf sebesar2nya untuk kekasihku yang termanis….)
bulan juni………….
selalu indah buat saia…
banyak hal yang menakjubkan yang dimulai di bulan ini…
dan teringat beberapa tahun duluw yang telah lalu….
mengantarkan saia pada suatu kenangan teramat rahasia tentang cinta yang pernah bermula di bulan ini….
dengan seorang pangeran…
ya, dia adalah pangeran berkuda putih saia…=)
he’s amazing!
he’s not just my boy…
he’s my man…
…………………..dia benar2 pria.
dingin namun penuh perhatian dengan cara yang rasional.
cuek namun penuh tanggung jawab terhadap orang2 yang dia sayangi.
dan dia benar2 pangeran………….
dia tampan……….
dengan senyum manis berhias gigi putih
dengan mata sayu ramah berwarna cokelat tua
dengan rambut sebahu yang akan membuat dia meringkuk manja di pelukanku setiap kali kuusap.
dia tinggi………
dia harum………
dia pintar….
dia cerdas…
dia berani……
dia bijak……
dia tulus……
dia ramah………………..
semua berawal di sebuah konsulat……….
dan kami mengagumi satu sama lain………….
aku mengagumi bagaimana dia bisa membuatku bertanya2 hendak dibawa kemana pembicaraan itu.
dan dia menemukan teman berbicara baru, di dunia yang selalu menganggap dirinya luar biasa.
apa yang kami bicarakan?
hmmmmffhhh… banyak, politik, pemilu, budaya, wayang, festival seni, kesukaan masa kecil, mandi di kali, makanan favorit, bubur ayam yang enak, pandanganku ttg unair, kafenya, event2nya, juventus dan man utd, sepakbola indonesia, nasi ayam, kenapa manusia harus makan ……….. banyak banget.
dan semua itu mengalir……………..
dari satu tempat indah ke tampat indah lainnya.
berawal dari kerinduannya……
dan semua pun bermula………..
dari pagi hari di bubur ayam kesenangan……
ke siang hari di mana saia membolos kuliah bertemu dengannya…
ke sore hari melihat senja yang indah………….
hingga malam hari dikelilingi cantiknya pendar lampu malam………….
kau masih berhutang menunjukkan padaku, pendar bintang malam di bukitmu, pangeran………..
aku tak puas dengan bintang di lapangan parkir itu…
aku tak puas dengan bintang di rooftop itu………
walau aku puas dengan genggaman tanganmuw dan pelukanmuw di dada bidangmuw malam itu.
dia benar2 pangeran………….
pernah berdansa waltz?
kami melakukannya…
dia memintakuw… membimbingkuw…
di depan koskuw….
sebelum akhirnya dia meringis terinjak kakinya…….
dan memilih untuk memeluk kemudian memutarkan aku di angkasa………
dia memberikan aku bunga………
dan boneka……. sepasang untukkuw dan untuknya.
dia mengajarkan aku menjadi dewasa seperti dirinya…..
dia mengajarkan aku agar sekuat dirinya….
dia melindungi aku segenap tenaganya…………….
dia memberiku sisi termanja dirinya, yang selalu minta disuapin, selalu minta dielus rambutnya,…….
selalu minta diperhatiin……………………….
kami memang tidak pernah bersama…
dia hanya pernah berkata………….
“aku menyayangimu.”
itu saja….
tidak pernah ada kata yang pasti……………………….
sampai suatu hari dia kehilangan rasa sayangnya……….
entah kenapa……..
menghilang darikuw…
dan kemballi hanya untuk memberikuw satu kecupan terakhir………………..
dan aku pun kehilangan pangerankuw itu…..
selamanya…….
dia memang terlalu……… jauh untuk kuraih.
dia memang ……………………..pangeran, dan aku bukan siapa-siapa…..
namun dia tetap menjadi satu keping indah di bulan junikuw………………………….
……………yang sekarang kutinggalkan.